Kabar Gembira Gubernur Jawa Tengah Mengizinkan Pengendara yang Memakai Knalpot Racing

Oke selamat datang di modifabis.com tempatnya para pencinta modifikasi motor dan mobil, knalpot racing memang sangat marak di kalangan anak-anak muda zaman sekarang suara yang sangat keras membuat anak-anak muda semakin pede motor yang mereka miliki, namun sulitnya knalpot racing yang mereka dapat karena legalitasnya yang tidak diakui oleh negara mulai dari sulitnya mereka membeli knalpot racing karena mereka harus secara diam-diam mencarinya bahkan bila nanti ada razia kepolisian motor yang memiliki knalpot racing pastinya akan di tilang. Modifabis.com akan memberikan kabar baik bagi para pecinta knalpot racing karena kabarnya Gubernur Jawa Tengah izinkan legalitas untuk knalpot racing yang nantinya jika ada warga Jawa Tengah yang menggunakan knalpot racing akan tidak apa-apa kita masih bingung kenapa Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo ingin mengijinkan bagi para pecinta knalpot racing Mari kita simak informasi berikut ini.



Pada saat Gubernur Jawa Tengah menghadiri Expo UMKM 11 Maret 2019 se eks kepresidenan Ganjar pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah telah melontarkan keinginannya tentang melegalkan knalpot racing. Keinginan Ganjar pranowo ini berasal dari pengrajin pengrajin knalpot racing yang ada di Purbalingga yang sebagian besar mereka adalah pengrajin kecil mereka mengeluhkan maraknya razia polisi tentang salahnya pengguna knalpot racing yang akhirnya membuat para pengrajin kecil ini semakin kehilangan pekerjaannya, yang kita tahu knalpot racing sebenarnya sudah ekspor sampai ke Vietnam bahkan ke negara-negara tetangga kita yang berasal dari Purbalingga. Menurut motifabis.com knalpot racing ini memang memiliki potensi ekonomi yang baik bagi warga Purbalingga yang sangat terkenal dengan knalpot racing terbaiknya.

Pihak pengrajin knalpot-knalpot yang ada di Purbalingga ini menyatukan suaranya untuk memenuhi keinginannya agar sampai ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo dengan proses yang sangat panjang dan sangat rumit akhirnya keinginan para pengrajin knalpot ini bisa direalisasikan oleh Ganjar pranowo, sebelumnya para pengrajin knalpot racing ini sangat bingung karena setiap polisi yang menilang yang menggunakan knalpot racing mereka hanya menggunakan alasan standar pabrikan atau standarisasi motor namun bagi mereka tahu kenapa knalpot racing tidak boleh digunakan karena tidak merugikan orang lain akhirnya knalpot racing ini juga memiliki standarisasi. Karena bangkit dari kejatuhannya para pengrajin ini optimis ingin memproduksikan knalpot racing agar bisa diterima oleh masyarakat.

Di sisi lain ketika Bapak Ganjar pranowo mendengar keluhan dari para pengrajin knalpot racing ini yang mereka inginkan ternyata berhasil karena gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo langsung setuju dengan keinginan para pengrajin knalpot benarnya knalpot racing ini sedang lagi booming nya disokong oleh pemerintah yang merupakan industri kreatif atau UMKM, di sisi lain ketika Ganjar pranowo mengizinkan tentang knalpot racing agar diterima oleh kepolisian Jawa Tengah ini meminta agar kepolisian lalu lintas mengijinkan para pengendara yang menggunakan knalpot racing.

” Knalpot buatan Purbalingga menurut saya keren, tapi saya disambati perajinnya, kami memodifikasi knalpot ini batasannya apa, polisi harus duduk bersama, ini karya yang harus dilindungi, karena ini potensi. Polisi saya harap bisa mendampingi” tegasnya Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo tenang hati diterima oleh masyarakat kalangan muda termasuk modifabis.com nah Semoga ini bisa terealisasikan namun di sisi lain ada yang mengatakan kemungkinan knalpot racing tidak mungkin Izinkan kok bolak-balik Tadi katanya diijinkan sekarang tidak kenapa? Tahu kenapa Mari kita simak lagi.

Ya kita bisa mengatakan Gubernur telah mengijinkan knalpot racing tapi pada peraturan pemerintah kita tidak bisa hanya dengan pendapat Gubernur saja dari pendapat Gubernur kita harus memikirkan tentang undang-undang pemerintah Karena untuk mengatur perizinan tidak sesepele itu, pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 yang mengacu pada tingkat kebisingan kendaraan bermotor bisa lihat dalam lampiran 2 peraturan tersebut mengatakan bahwa mesin 80 cc mencapai 77 dB dan diatas 80 cc hingga 175 cc yang mencapai 80 dB ataupun 175cc yang mencapai 83db. Dan juga ada pula yang tertera petugas kepolisian lalu lintas tidak menilang dengan asal-asal saja mereka mengacu pada acuan yang ada pada undang-undang tentang penindakan tilang knalpot. Sebelumnya kita bahas tentang dB  sendiri adalah ukuran suara tentang kebisingan suatu knalpot tersebut jadi setiap kendaraan yang memiliki beberapa cc harus memiliki standarisasi dB sesuai dengan undang-undang. Nah bener kecilkan kemungkinan knalpot racing dilegalkan.

Pada kenyataannya polisi sering menilang para pengendara motor yang sudah memiliki DB Killer atau bisa disebut peredam pada suara knalpot Loh kok bisa begitu ? Memang seperti itu para polisi mereka hanya menilai dengan tingkat visualisasinya saja tanpa melihat standarisasi sesuai dengan undang-undang jelas kita tidak bisa melawan para polisi sebagian masyarakat yang cerdas Kita harusnya tahu hal seperti ini agar bisa membela diri saat kita ditilang polisi tentang kebisingan suatu knalpot, yang pada artinya polisi hanya menilang menurutnya saja sesuai dengan standarisasi pabrik walaupun knalpot  bukan asli motor tersebut. 

Sebenarnya dasar yang diambil polisi ini ada pada pasal 285 undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang pada isinya lalu lintas dan angkutan jalan, di situ tertulis jika pengendara tidak menggunakan kendaraan yang layak jalan atau layak teknis pengendara tersebut wajib ditilang, jika motor Agan Honda dan mesin motor agan Yamaha motor agan wajib ditilang oleh kepolisian . Jadi jika kalau mau motor agan Honda pasti harus menggunakan knalpot harus dari pabrikan Honda bukan dari pabrikan Purbalingga. Isi pada undang-undang tersebut seperti ini.

” Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)"

Nah dari isi undang-undang di atas yang secara kita pastikan Walaupun Bapak Gubernur Jawa Tengah telah mengijinkan knalpot racing dan kita sudah bangga tapi jika knalpot kita bukan berasal dari pabrikan tetap saja motor kita akan ditilang, agan-agan bingung kan karena bentrok nya dua undang-undang tersebut polisi selalu benar kita yang salah.



Kita balik lagi ke gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo yang ingin melegalkan knalpot racing agar pengrajin knalpot racing di Purbalingga semakin Sejahtera namun apa daya Ganjar pranowo  sudah merealisasikan di Jawa Tengah tapi kita tidak akan bisa menghapus undang-undang yang sudah ditetapkan pada tahun 2009.  jadi kita bisa simpulkan bahwa knalpot racing tidak bisa diizinkan di negara kita, untuk para pengrajin knalpot di Purbalingga lebih bersabar lagi karena karya anda membawa bangga Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo.

Terima kasih telah mengunjungi modifabis.com Jangan lupa baca terus artikel dan tutorial di modifabis.com semoga modifabis.com dapat bermanfaat bagi agan-agan di rumah selamat beraktifitas dan sampai jumpa


Emoticon Emoticon

close