Berapa Sih , Harga Sparepart Moto GP



Guna membuat sok depan saja harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp41 juta hingga Rp205 juta.

MotoGP jadi olah raga favorit. Saling salip dalam kecepatan tinggi, serta kecelakaan menimpa pembalap jadi salah satu daya tarik pada ajang itu. Deretan motor super canggih hancur jadi tontonan biasa. Jutaan dolar pun melayang begitu saja.

Dikutip USA Today, satu unit motor untuk balapan kelas premier MotoGP rata-rata senilai US$2 juta atau setara Rp27,3 miliar. Lantas apa yang membuat motor itu jadi mahal?

Staff ahli Ducati, Julian Thomas mengatakan, motor digunakan di ajang MotoGP menggunakan teknologi terbaru, semua spareparat belum dijual di pasaran. Mulai dari mesin, sasis, suspensi, rem dan ban, semua prototipe.

Petinggi Yamaha, Bob Starr menjelaskan, biaya paling banyak digelontorkan untuk pengembangan mesin. Tim pabrikan seperti Yamaha Movistar dan Repsol Honda dibatasi tujuh mesin dalam satu musim MotoGP. Sedangkan tim open class seperti Ducati, Suzuki, dan Aprilia, memperoleh 12 jatah mesih.

"Setiap mesin juga dibuat per-bagian," kata Bob Starr.

Selain itu, mesin harus dirancang supaya bisa tahan lama memberikan kinerja puncak, tujuannya agar bisa dipakai untuk mengikuti lomba sebanyak mungkin.

Spare part

Tim Prinsipal Repsol Honda, Livio Suppo mengungkapkan, mahalnya harga satu unit dipengaruhi kerja sama dengan pihak ketiga. 

Ada beberapa bagian tertentu pada motor yang harus dikerjakan oleh pihak ketiga, misalnya Honda tidak bisa memakai sok depan buatan pabrikan untuk dipasang di MotoGP agar motor mencapai performa maksimal dan nyaman dikendarai.

"Karena itu, kami menunjuk pihak ketiga seperti Ohlins," ujarnya.

Guna membuat sok depan sesuai spesifikasi diinginkan, Honda harus rela mengeluarkan anggaran sebesar US$3 ribu hingga US$15 atau setara Rp41 juta hingga Rp205 juta. Kemudian satu bongkahan mesin Honda nilainya mencapai US$220 ribu atau setara Rp3 miliar.

"Pada motor MotoGP Anda harus membuat parts satu per satu. Itulah sebabnya, mengapa harganya mahal," ucapnya.

Selain itu, mahalnya biaya pembuatan motor untuk MotoGP karena menggunakan gearbox atau rumah transmisi khusus. Harganya hampir sama dengan mesin.

Presiden Divisi balap Honda, Shuhei Nakamoto mengungkapkan, transmisi dibuat khusus dan hanya bekerja di putaran mesin atas. Gearbox tersebut hanya untuk motor balap, tidak cocok untuk motor produksi massal.

"Pembayaran harus terpisah karena harganya sangat mahal, bahkan lebih mahal dari rumah yang sekarang saya tinggali," kata Nakamoto.

Bahan ringan

Harga selangit MotoGP juga dipengaruhi penggunaan bahan lain seperti serat karbon. Harga per-pon bisa mencapai US$10 atau setara Rp140 ribu. Selain untuk mesin, serat karbon digunakan untuk membuat sasis.

Bagian motor juga ada yang harus dibuat menggunakan baja ringan dan titanium, harganya bervariasi. Pada motor prototipe MotoGP juga digunakan bahan plastik untuk fairing dan seluruh badan motor.

Motor hendak digunakan balapan harus memenuhi kriteria, 157 kg ditambah berat badan pembalap. Belum lagi pengembangan Electronic Control Unit serta bahan bakar dan pengembangan sistem pengereman.

Sistem pengereman pada motor MotoGP menggunakan kanvas berbahan keramik serta piringan cakram dari baja tahan panas hingga ratusan derajat.

"Belum lagi biaya tambahan perbaikan bila pembalap jatuh dan rangkaian perawatan lainnya," ucap Nakamoto.



Emoticon Emoticon

close